Kamis, 22 Maret 2012

"Telaga Warna"


 


    Telaga Warna Adalah objek wisata yang terletak di dieng, Kecamatan Kejajar Wonosobo. Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Wonosobo. Jarak objek wisata Telaga Warna dengan Wonosobo sekitar 26 Km dapat ditempuh dengan rute Arah utara kota Wonosobo, dengan menggunkan bus jurusan Wonosobo - Dieng Batur.



Seram !! Ribuan Ikan Mengambang Mati di Filipina

Manila – Pejabat Filipina mengatakan, sebanyak 49 ton ikan ditemukan mati mengambang di danau di propinsi South Cotabato, Filipina. Apa penyebabnya?



Headline 


Pejabat Filipina mengaku, perubahan iklim menjadi penyebab kematian ikan masif ini. Ikan yang mati ini merupakan jenis ikan lokal Tilapia yang sedang dikembangkan dalam 50 kandang di Sebu Lake. Ikan ini memiliki nilai bisnis mencapai US$88 ribu (Rp791 juta).

Kejadian ini terjadi dalam dua tahap. Pertama, 46,5 ton Tilapia ditemukan mati Jumat 27 Januari 2012 dan 2,5 ton sisanya ditemukan mati pada Senin 30 Januari 2012.

Menurut keterangan, kematian massal ini merupakan ‘kejadian tahunan’ yang disebut ‘kamahong’ oleh warga setempat.

Kamahong merupakan kejadian yang suhu air mengalami peningkatan tajam sehingga membuat kadar oksigen dalam air menurun tajam.

“Sebaiknya jangan membeli atau memakan ini,” kata Rex Vagas yang merupakan koordinator perikanan setempat, seperti dikutip UPI.

Kamis, 22 Maret 2012

"Telaga Warna"


 


    Telaga Warna Adalah objek wisata yang terletak di dieng, Kecamatan Kejajar Wonosobo. Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Wonosobo. Jarak objek wisata Telaga Warna dengan Wonosobo sekitar 26 Km dapat ditempuh dengan rute Arah utara kota Wonosobo, dengan menggunkan bus jurusan Wonosobo - Dieng Batur.



Seram !! Ribuan Ikan Mengambang Mati di Filipina

Manila – Pejabat Filipina mengatakan, sebanyak 49 ton ikan ditemukan mati mengambang di danau di propinsi South Cotabato, Filipina. Apa penyebabnya?



Headline 


Pejabat Filipina mengaku, perubahan iklim menjadi penyebab kematian ikan masif ini. Ikan yang mati ini merupakan jenis ikan lokal Tilapia yang sedang dikembangkan dalam 50 kandang di Sebu Lake. Ikan ini memiliki nilai bisnis mencapai US$88 ribu (Rp791 juta).

Kejadian ini terjadi dalam dua tahap. Pertama, 46,5 ton Tilapia ditemukan mati Jumat 27 Januari 2012 dan 2,5 ton sisanya ditemukan mati pada Senin 30 Januari 2012.

Menurut keterangan, kematian massal ini merupakan ‘kejadian tahunan’ yang disebut ‘kamahong’ oleh warga setempat.

Kamahong merupakan kejadian yang suhu air mengalami peningkatan tajam sehingga membuat kadar oksigen dalam air menurun tajam.

“Sebaiknya jangan membeli atau memakan ini,” kata Rex Vagas yang merupakan koordinator perikanan setempat, seperti dikutip UPI.