Jumat, 10 Januari 2014

Konflik

Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau  berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik bisa juga merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain.
       
            Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1.      Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakaanya, bila berbagai permitaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu  diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2.      Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana jal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
3.      Konflik antara individu dan kelompok yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka
4.      Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok
5.      Konflik antar organisasi yang timbul sebagi akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara
PROSES KONFLIK
                        Proses konflik dapat dipandang sebagai proses yang terdiri dari empat macam
tahapan yaitu:
a. Tahap oposisi potensial
Kondisi-kondisi yang menimbulkan peluang-peluang untuk munculnya konflik: komunikasi, struktur dan variabel-variabel pribadi.
b. Tahap kognisi dan personalisasi
Konflik yang dipersepsi secara sadar serta konflik yang dirasakan (keterlibatan emosional) di dalam suatu konflik yang menyebabkan timbulnya perasaan tidak tenang, tegang, frustasi, atau sikap bermusuhan.
c. Tahap perilaku
Perilaku yang dapat diobservasi dan yang dapat diukur: perilaku yang kurang menonjol, perilaku tidak langsung, dan bentuk-bentuk campur tangan yang sangat dikendalikan guna mengarahkan, pertarungan yang agresif, kasar, dan yang tidak terkendalikan.
d. Tahap hasil
Konflik mengakibatkan timbulnya suatu perbaikan dalam kinerja kelompok atau menurunkan kinerja kelompok.
Daftar Pustaka :

Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
James L. Gibson,dkk. 1994. Organisasi jilid 2 edisi kelima. Jakarta : Erlangga
Winardi, J. 2010.  Manajemen Perubahan. Jakarta :Kencana,
Reksohadiprodjo, S.  1990. Pengantar Manajemen, Jakarta:  Karunika, Universitas Terbuka,.

0 komentar:

Posting Komentar

Jumat, 10 Januari 2014

Konflik

Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau  berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik bisa juga merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain.
       
            Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1.      Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakaanya, bila berbagai permitaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu  diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2.      Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana jal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
3.      Konflik antara individu dan kelompok yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka
4.      Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok
5.      Konflik antar organisasi yang timbul sebagi akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara
PROSES KONFLIK
                        Proses konflik dapat dipandang sebagai proses yang terdiri dari empat macam
tahapan yaitu:
a. Tahap oposisi potensial
Kondisi-kondisi yang menimbulkan peluang-peluang untuk munculnya konflik: komunikasi, struktur dan variabel-variabel pribadi.
b. Tahap kognisi dan personalisasi
Konflik yang dipersepsi secara sadar serta konflik yang dirasakan (keterlibatan emosional) di dalam suatu konflik yang menyebabkan timbulnya perasaan tidak tenang, tegang, frustasi, atau sikap bermusuhan.
c. Tahap perilaku
Perilaku yang dapat diobservasi dan yang dapat diukur: perilaku yang kurang menonjol, perilaku tidak langsung, dan bentuk-bentuk campur tangan yang sangat dikendalikan guna mengarahkan, pertarungan yang agresif, kasar, dan yang tidak terkendalikan.
d. Tahap hasil
Konflik mengakibatkan timbulnya suatu perbaikan dalam kinerja kelompok atau menurunkan kinerja kelompok.
Daftar Pustaka :

Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
James L. Gibson,dkk. 1994. Organisasi jilid 2 edisi kelima. Jakarta : Erlangga
Winardi, J. 2010.  Manajemen Perubahan. Jakarta :Kencana,
Reksohadiprodjo, S.  1990. Pengantar Manajemen, Jakarta:  Karunika, Universitas Terbuka,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar